Seorang yang ingin menjadi lebih baik

MAJAS [Pengertian dan Contoh]

Ingin menulis sebuah cerpen? atau karya fiksi lainnya? kamu bisa menambah ketata bahasaan kamu agar hasil karyamu terlihat semakin menarik. Untuk itu kamu dapat menambahkan majas didalam karyamu loh sehingga hasil tulisanmu tidak terlihat kaku dan monoton. Langsung saja kamu simak deh.!

JENIS-JENIS MAJAS,PENGERTIAN DAN CONTOHNYA

Secara garis besar majas atau gaya bahasa sendiri terbagi menjadi empat kelompok yaitu Majas Perbandingan,Pertentangan, Sindiran,dan Penegasan. Pembagian ini berdasarkan pada cara mengungkapkan makna kiasan dalam gaya bahasa yang digunakan dalam majas tersebut.Baiklah langsung saja kita bahas satu persatu.

 

    1. MAJAS PERBANDINGAN

Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata perbandingan baik secara eksplisit maupun implisit.Yang ungkapan dengan cara menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek yang lainnya.Untuk majas jenis ini pun masih terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:

 

     A. MAJAS PERSONIFIKASI

Adalah gaya bahasa yang membandingkan sifat benda mati dengan sifat manusia yang membuat seolah-olah benda tersebut dapat melakukan hal yang dilakukan atau dialami oleh manusia.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas personifikasi:

  • Pensil itu tampak menari-nari di atas kertas

Penjelasan : (Menari-nari pada kalimat diatas membandingkan sifat yang dilakukan manusia tetapi dilakukan oleh benda mati)

  • Rumput di halaman menari-nari karena tertiup oleh angin
  • Banjir bandang minggu lalu menyapu bersih rumah warga

 

     B. MAJAS METAFORA

Adalah gaya bahasa yang secara langsung membandingkan dua objek yang memiliki sifat yang sama  akan tetapi tidak menggunakan kata pembanding didalamnya, dengan kata lain perbandingannya disampaikan secara implisit.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas metafora:

  • Ratih adalah bunga desa damban setiap pria

Penjelasan : (Bunga desa yang dimaksud dalam kalimat di atas adalah gadis tercantik didesa)

  • Bunga adalah anak emas di sekolahku
  • Sela membawa banyak buah tangan sepulang dari luar negri
  • Setelah menanti cukup lama akhirnya pasangan itu dikaruniai seorang buah hati  

     C. MAJAS HIPERBOLA

Adalah  gaya bahasa yang membandingkan/mengibaratkan sesuatu dengan kesan yang berlebihan, dan bahkan tidak masuk akal.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya :

  • Ayahku bekerja membanting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud membanting tulang adalah bekerja dengan sangat keras)

  • Suara petir memuat jantungku copot karena keras sekali
  • Retno lari secepat kilat karena takut melihat kecoa di laci mejanya
  • Lengan tanganku serasa mau copot karena mengankat Lisa saat pingsan

 

     D. MAJAS ASOSIASI

Adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti. Perbandingan tersebut disampaikan implisit, sehingga pembaca harus menganalisa sendiri makna dari perumpamaan yang digunakan.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas asosiasi:

  • Pendirian Andi bagaikan air di daun talas

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud bagaikan air di daun talas adalah tidak pasti atau berubah-ubah)

  • Rani dan reni tampak seperti pinang dibelah dua
  • Perasaan Reno kepada Rita bak gayung bersambut

 

     E. MAJAS SIMILE

Adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda dengan menyandingkan perbandingan kegiatan dengan menggunakan ungkapan yang maknanya serupa dan disampaikan secara lebih lugas atau eksplisit sehingga pembaca langsung memahami makna perumpamaan tersebut.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas simile:

  • Sejak ditinggal teman pulang Rino tampak bagaikan anak ayam kehilangan induknya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud anak ayam kehilangan induknya adalah bingung tanpa arah tujuan untuk dilakukan)

  • Kita harus banyak bergaul agar tidak seperti kura-kura dalam tempurung
  • Dia tanpa teman-temannya bak singa kehilangan taringnya.

 

     F. MAJAS SINEKDOK

Adalah gaya bahasa yang menggunakan/menunjukkan adanya perwakilan dalam mengungkapkan sesuatu.Untuk majas jenis ini sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.Sinekdok pars pro toto adalah majas yang menyebutkan sebagian unsur untuk mewakili keseluruhan sebuah benda.Sedangkan sinekdok totem pro adalah yang menunjukkan keseluruhan bagian yang mewakili hanya pada sebagian benda atau situasi saja.Berikut ini contoh kedua jenis majas tersebut:

  1. Sinekdok pars pro toto
  • Sudah hampir seminggu Melati tak kelihatan batang hidungnya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud batang hidungnya bukan hanya benar-benar batang hidungnya saja tapi diri Melati seutuhnya)

  • Dia sudah tidak berani lagi menginjakan ujung kakinya lagi dirumah ini

2. Sinekdok totem pro parte

  •  kita berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional

Penjelasan  : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud dengan menjuarai olimpiade nasional bukan seluruh sekolah tetapi hanya beberapa perwakilan siswa saja yang menjuarai olimpiade)

  • Indonesia berhasil meenjadi juara umum Asian Games tahun ini

 

     G. MAJAS SIMBOLIK

Adalah gaya bahasa yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lain dalam suatu bentuk ungkapan.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas simbolik:

  • Linda tampak seperti ratu lebah yang dikagumi semua teman pria kelasnya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud  ratu lebah adalah sosok yang dikagumi banyak orang)

  • Perempuan itu tampak jinak-jinak merpati
  • Rangga terlihat begitu gagahnya seperti raja rimba

 

     H. MAJAS ALEGORI

Adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan bermakna konotasi atau ungkapan.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya :

  • Dalam bahtera kehidupan rumah tangga suami adalah nahkodanya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud nahkoda adalah pemimpin keluarga)

  • Dalam perjalanan panjang hatiku,hatimu lah yang menjadi pelabuhan
  • Dalam menjalani hidup perjuangan adalah kuncinya

 

     I. MAJAS METONIMIA

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan merek atau istilah tertentu yang sudah populer, untuk merujuk benda yang sebenarnya lebih umum.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas metonimia:

  • Rendi sangat suka makan indomie

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud indomie adalah mie instan)

  • Setiap saat aku selalu melihat dia menghisap djarum supernya tanpa henti
  • Siang hari seperti ini memang enaknya minum mizone dingin

 

     J. MAJAS EUFEMISME

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata pengganti dimana kata yang dianggap kurang pantas/baik diganti dengan kata yang lebih halus dan bermakna sama.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan majas eufemisme:

  • Sebagai orang difabel Lala tetap tegar menjalani hidupnya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas kata difabel digunakan sebagai kata pengganti dari cacat karena kata cacat dapat dianggap kurang pantas digunakan)

  • Atas kejahatan yang dilakukannya sehingga dia harus menginap di hotel prodeo
  • Pak Hadi adalah seorang tuna wisma

 

 

    2. MAJAS PERTENTANGAN

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan makna sebenarnya dari ungkapan tersebut.Untuk majas jenis ini sendiri terbagi menjadi empat yaitu:

 

     A. MAJAS PARADOKS

Adalah gaya bahasa yang membandingkan kondisi/situasi asli dengan kondisi yang bertentangan.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya :

  • Winda merasa sepi ditengah suasana kelas yang ramai

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas penggunaan kata sepi bertentangan dengan kata ramai)

  • Dia tersenyum meskipun hatinya sedang sedih
  • Aku terasa lelah sehabis istirahat dengan tidur siang

 

     B. MAJAS LITOTES

Adalah kebalikan dari majas hiperbola dimana majas ini membandingkan dua hal yang sangat berbeda dengan tujuan untuk merendahkan diri,meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.Berikut ini adalah beberapa contoh majas litotes:

  • Sebaiknya kita naik gerobakku saja

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas yang dimaksud gerobak adalah kendaraan yang dalam keadaan sebenarnya adalah mobil yang mewah)

  • Yang kupunya hanyalah handphone jadul ini
  • Selamat datang di gubuk reot milik ayahku

 

     C. MAJAS ANTITESIS

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang memiliki makna saling bertentangan.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya:

  • Benar salahnya suatu perbuatan bukan kita yang tentukan

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas kata benar dan salah adalah kata yang berpasangan tetapi memiliki makna yang bertentangan)

  • Putra putri bangsa ini adalah garda terdepan bangsa ini
  • Harga cabai di pasar saat ini sedang naik turun

 

     D. MAJAS KONTRAKDISI INTERMINIS

Adalah gaya bahasa yang berisi ungkapan penyagkalan dari kalimat yang telah diungkapkan sebelumnya yang biasanya terdapat kata kecuali dan hanya saja di dalamnya.Berikut ini adalah beberapa contoh majas kontrakdisi interminis:

  • Semua rumah di komplek ini tampak mewah kecuali yang satu itu terlihat kumuh

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas berisi kalimat penyangkalan dimana kata mewah disangkal dengan kata kumuh dengan menggunakan kata konjungsi kecuali)

  • Semua koleksi sepatumu tampak bersih hanya saja yang satu itu terlihat kotor
  • Semua tanamanmu tampak segar kecuali satu yang paling ujung terlihat layu

 

 

     3. MAJAS SINDIRAN

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk menyindir seseorang atau perilaku dan kondisi tertentu.Untuk majas jenis ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

 

     A. MAJAS IRONI

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya dengan tujuan untuk menyindir.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya:

  • Rapih sekali tulisanmu sampai pusing aku membacanya

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas kata rapih memiliki tujuan untuk menyindir dimana tulisan yang dimaksud sebenarnya terlihat berantakan)

  • Rajin sekali kamu sampai PRmu tidak ada yang dikerjakan
  • Bersih sekali kamarmu sampai mirip tempat pembuangan sampah

 

     B. MAJAS SINISME

Adalah gaya bahasa yang menggunakan sindiran secara langsung pada hal yang disindir.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya :

  • Bau sekali mulutmu seperti tidak pernah gosok gigi

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas mengandung kalimat sindiran secara langsung terhadap hal yang disindir)

  • Berantakan sekali rambutmu seperti tidak pernah disisir
  • Keras sekali suaramu sampai sakit telingaku mendengarnya

 

     C. MAJAS SARKASME

Adalah gaya bahasa yang didalamnya berisi sindiran yang bersifat langsung dan kasar dalam  penyampaiannya.Berikut ini beberapa contoh penggunaannya:

  • Kamu itu sangat bodoh dalam semua hal

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas mengandung kalimat sindiran secara langsung dan menggunakan kata bodoh yang bersifat kasar untuk di ucapkan)

  • Dia hanyalah sampah masyarakat yang tak berguna
  • Dasar tolol begitu saja tidak bisa

 

 

    4. MAJAS PENEGASAN

Adalah gaya bahasa yang dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pengaruh bagi pembaca atau pendengarnya agar setuju dengan ujaran atau kejadian yang diungkapkan.Untuk majas jenis ini sendiri terbagi menjadi tujuh yaitu:

 

     A. MAJAS REPETISI

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata-kata yang sama didalam ungkapan yang bertujuan untuk menegaskan suatu hal,peristiwa ataupun seseorang dalam ungkapan tersebut.Berikut ini adalah beberapa contoh dari majas repetisi:

  • Dia adalah orang yang kemarin,dia orang yang kutemui di parkiran itu loh,dia juga yang membantuku.

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas kata dia digunakan secara berulang dengan tujuan menegaskan seseorang)

  • Buku itu sangat bagus,buku itu juga menarik,buku itu juga berbeda dari buku-buku lain yang pernah kubaca
  • Baju ini adalah baju favoritku,baju ini adalah baju yang paling nyaman ku pakai dan baju ini adalah hadiah darinya

 

     B. MAJAS PLEONASME

Adalah gaya bahasa yang berisi penegasan suatu ungkapan tetapi menggunakan kata yang memiliki makna sama sehingga terkesan kurang efektif dalam penggunaan kata tersebut.Berikut ini adalah beberapa contoh dari majas pleonasme:

  • Sebaiknya kamu naik keatas kasur lantainya hendak kusapu

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas kata naik dan keatas memiliki makna yang sama dimana kata naik pasti menujukan perpindahan menuju atas sehingga dapat dikatakan kurang efektif)

  • Ayo kita pergi berangkat sekolah
  • Sejarah di masa lalu harus kita ingat dan abadikan selalu

 

     C. MAJAS RETORIKA

Adalah gaya bahasa yang memberikan penegasan dalam bentuk pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu untuk dijawab.Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya :

  • Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?

Penjelasan : ( Dalam kalimat di atas berisi kalimat pertanyaan yang pastinya tidak perlu di jawab mengapa demikian karena setiap orang pasti ingin hidup bahagia tanpa terkecuali siapapun)

  • Siapa yang ingin mengalami sakit seperti ini?
  • Memangnya aku pernah memintamu membohongiku?

 

     D. MAJAS KLIMAKS

Adalah gaya bahasa yang berisi ungkapan yang berisi kata yang berhubungan dan berurutan dengan susunan meningkat dari yang rendah menuju yang tinggi.Berikut ini adalah beberapa contoh dari majas klimaks:

  • Anak-anak,remaja,dewasa hingga tua itu semua adalah proses pertumbuhan

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas mengandung kata yang saling berhubungan dan susunannya juga meningkat)

  • Semua warga negara kini wajib mengenyam pendidikan mulai dari SD,SMP dan SMA
  • Disini tersedia segala jenis ukuran baju mulai dari SS,S,M,L dan XL

 

     E. MAJAS ANTIKLIMAKS

Adalah kebalikan dari majas klimaks dimana nilai kata berurutan pada majas ini menurun dari yang tinggi menuju rendah.Berikut ini adalah beberapa contoh dari majas antiklimaks:

  • Lansia,remaja,anak-anak dan juga balita wajib mendapatkan layanan terbaik dalam kesehatan.

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas mengandung kata yang saling berhubungan dan susunannya menurun)

  • Direktur,manager,staff hingga karyawan perusahaan ini harus bekerja semaksimal mungkin
  • Pemererintahan provinsi,kabupaten,kecamatan hingga desa sedang gencar mensosialisasikan progam sensus penduduk yang baru.

 

     F. MAJAS TAUTOLOGI

Adalah gaya bahasa yang berisi penegasan yang mana didalamnya menggunakan kata-kata bersinonim.Berikut ini adalah beberapa contohnya :

  • Dia adalah anak terpandai tercerdas dan terpintar yang pernah kutemui

Penjelasan : (Dalam kalimat di atas berisi kalimat penegasan yang mengandung sininom dimana ketiga kata di atas memiliki makna yang sama)

  • Dia terlihat amat senang gembira dan bahagia sekali setelah berhasil menjuarai lomba
  • Kamu tampak sangat terpukul,shock dan kaget dengan kejadian kemarin

 

     G. MAJAS PARALELISME

Adalah gaya bahasa yang berisi pengulangan kata,tetapi pengulangan kata tersebut berfungsi untuk mendefinisikan makna yang berbeda.dan untuk majas jenis ini biasanya digunakan dalam sebuah puisi.Untuk jenis pengulangannya sendiri terbagi menjadi dua jika pengulangan kata tersebut dilakukan di awal maka disebut anafora namun sebaliknya bila di akhir disebut epifora.Berikut ini adalah contohnya :

  • Hati adalah sumber perasaan

Hati adalah samudra terluas

Penjelasan : (Dalam ungkapan di atas mengandung kalimat pengulangan yang menegaskan arti satu kata dalam dua hal berbeda dan karena letaknya di awal itulah yang dimaksud anafora)

  • Apalah arti menjalani hidup tanpa hati

Apa yang bisa ku lakukan tanpa hati

Penjelasan : (Dalam ungkapan di atas juga sama saja dengan yang sebelumnya hanya letak kata pengulangannya di belakang sehingga itu yang disebut epifora).

Itulah pembahasan mengenai pengertian,jenis-jenis, dan penggunaan majas.Semoga pembahasan kita di atas mampu menambah keahlian kita dalam berbahasa.Dan semoga artikel tersebut mampu menjawab pertanyaan kita dan menambah  pengetahuan kita.

 

Tinggalkan komentar